BBM Naik, Terus Mau Apa?

Tadi Malam melalui running teks di televisi, pengumuman kenaikan BBM mulai berlaku jam 00.00 WIB.

Orang – orangpun langsung berbondong – bondong ngantri di Pom Bensin. Halah…..

Ngapain? Mo apa? emang dengan ngantri di Pom Bensin bakal menyimpan bensin, distok gitu? Percuma ngantri, wong belinya juga di jatah !!

Untuk Kedaraan Pribadi Rp. 75.000, untuk Kendaraan Umum Rp, 100.000, untuk Motor Rp. 15.000.

Terus buat apa ngantri? Mo di stok? Inilah salah satu kebodohan masyarakat di Indonesia. Begitu mendengar harga BBM naik, langsung ngantri di BBM. Buat apa toh kalo abis besok, begitu beli harganya udah Rp. 6.000/ liter. Buat apa capek – capek ngantri? Bikin kepala pusing, capek pegel, dan segalanya.

Gara – gara masyarakat ngantri di POM Bensin, Aparat Polisi mulai dari Polsek, Polres, Polda dikerahkan untuk mengamankan Pom Bensin, Bahkan dari TNI dan sekutunya juga turut mengamankan semua POM Bensin. Halah buat apa?

Bahkan gara – gara ngantri di salah satu POM bensin yang berada di kota Bogor, terjadi Insiden meledaknya sebuah Mobil VW Kombi. Mau untung malah buntung. Rugi!!!! Untung kejadiannya di luar areal Pom Bensin. Coba kalo di dalam areal Pom Bensin. Bakal terjadiledakan yang mungkin dapat menewaskan semua masyarakat yang ngantri. Coba dimana letak kepintaran Masyarakat Indonesia?

Dan esok paginya, semua elemen mulai dari mahasiswa, LSM dan konco-konconya, mengadakan demonstrasi. Membuat macet jalan-jalan Ibukota, yang membuat bensin yang tadi malam didapat dari mengantri berjam – jam jadi habis sia – sia. Dimana letak untungnya?

Terus ngapain capek – capek, panas – panasan, bekeringat, teriak – teriak ampe suara serak. Menuntut pemerintah untuk membatalkan kenaikan harga BBM. Percuma !!! Tak ada guna. Toh semua yang diperjuangkan para pendemo hanya dianggap angin lalu, hanya diangggap gonggongan anjing kampung, hanya dianggap teriakan – teriakan angin lalu.

BBM Naik, terus mau apa? Demo? Mogok massal? Itu bukan solusi? Itu hanya akan membuat suasana sulit malah tambah sulit. Malah menghalangi orang – orang yang tadinya sudah pasrah dan ingin mencari nafkah mereka menjadi terhambat untuk mencarinya, dikarenakan kemacetan yang dilakukan oleh para Pendemo. Seharusnya mereka mendapat secuil nafkah ditengah kesulitan. Malah mereka para supir angkutan umum, bis, dan transportasi umum lainnya, bukannya memuji, malah memaki para pendemo.

BBM Naik, Terus Mau apa? Bagi – bagi BLT? Buat apa? Ini hanya membuat masyarakat Indonesia yang Bodoh tambah Bodoh dan Malas. Ini membuat masyarakat Indonesia menjadi tidak kreatif. Ini bukannya membuat negara makin maju, Malah mundur. Karena mereka berfikir instant, kalo barang susah, mahal, naik, tinggal teriak demo, bakal dapat kompensasi. Udah masyarakatnya bodoh, pemerintahnya pun bego. Bukannya mencari soslusi dengan memberi kail untuk memancing, malah memberi ikan, ya keenakan tuh masyarakat bodoh. Coba sekali – kali pemerintah jangan berfikir Instan. Cari solusi jangan yang instan, coba berfikir jangka panjang. BLT hanya solusi Instant ditengah jepitan atas, bawah, kiri, kanan.

Coba sekali – kali pemerintah jangan main perempuan, jangan korupsi, jangan bikin lagu, jangan bikin album. Biar bisa berfikir kreatif. Biar otaknya dan fikirannya ga berkutat di masalah perut dan bawah perut. Cobalah !!! sekali – kali ikut naik kendaraan umum, ikut makan nasi bungkus, ikut makan di warteg, biar terbuka fikiran dan otaknya, biar bisa mencari solusi ditengah himpitan zaman yang makin keras.

BBM Naik, Terus Mau Apa ?????

Satu Tanggapan

  1. Nice Blog
    Please visit me back at http://www.adminkidnet.co.cc

Tinggalkan Balasan