Nama lengkap Nosvan Budiyono, lahir di kota Medan, Tepatnya tanggal 24 Juli 1978. Setelah aku bisa berdiri, berjalan dan berbicara akhirnya aku tau nama panggilanku adalah Budi. Jadi sampai sekarang orang memanggilku Budi.
Sampai aku masuk Tk di TK Turangga usiaku saat itu 5 tahun guru dan teman – temanku juga memanggil Budi. Pada usia 6 tahun aku masuk ke SD Bersubsidi Ramajaya, hingga genap 6 tahun aku menimba ilmu bermacam – macam, mulai dari berhitung 1 sampai dengan sepuluh hingga bisa mengurang, menambah, membagi, mengali. Mulai dari mengeja abjad sampai bisa membaca buku.
Setelah itu aku mulai menapak masa remaja, aku masuk SMPN 8 Medan. Di SMP ilmuku bertambah banyak, mulai dari Biologi, Fisika, Geografi dan lain-lain. Akhirnya 3 tahun ku lewati di SMP dengan bermacam suasana mulai dari sedih dan gembira, suka dan duka. Oh ya kalo di SD aku olahraganya main Kasti ma Badminton, di smp aku belajar Renang, dan Beladiri, ciat ciat hehe..
Setelah lulus aku masuk SMAN 1 Pancurbatu. Di sini semua ilmu di SMP makin aku perdalam seperti Fisika, Kimia dan Biologi, makanya aku masuk di jurusan A1 (Fisika).
Hari-hariku mulai dipenuhi dengan menghitung rumus-rumus Matematika, Fisika, dan sering bermain dengan bahan-bahan Kimia.
Di masa SMA ini aku pun mengalami yang namanya Masa Puber. Aku juga sempat suka sama seorang gadis (nah lho) tapi aku ga brani tuh tuk bilang suka, karena aku merasa kuper, ga gaul, lebih sering berkutat dengan buku, dan alat kimia. Jadi jarang bergaul. Jadi aja aku pendam rasa sukaku. (hmm kasian yah aku hehehe)
Di sma pun kuhabiskan 3 tahun untuk lulus, dengan bangga aku bilang ke orangtua aku lulus SMA. Dengan semangat yang menggebu – gebu aku mendaftar UMPTN (kalo sekarang SPMB). Mati- matian belajar, tapi memang nasib aku ga lulus, Allah merencanakan jalur hidupku bukan masuk di Negeri, tapi di tempat lain. Hmm….
Akhirnya kuturutilah jalur nasibku, tepatnya tahun 1996 aku hijrah ke Bandung. Aku berangkat dengan bis ALS Kelas Ekonomi, dengan berbekal Ijazah, Nem, Rapor, Uang secukupnya, Sendal Capit Merk Swallow Warna Hijau (warna kesukaanku) dan Baju Tiga Pasang dimasukkan kedalam ransel (lha… maw kemping apa, kok dikit amat bawaannya) akupun berangkat ke Bandung. Setelah menjalani perjalanan 3 hari 2 malam akhirnya aku sampai di kota Bandung kota Kembang atau yang sering disebut orang Paris Van Java (hm ga tau deh kenapa disebut begitu ^^)
Aku sampai dikota Bandung tepat tengah malam dan dijemput oleh Abangku beserta saudaraku Deni. Selamat datang di Bandung Bud, mereka bilang. Kemudian aku dibawa naik Angkot ( kalo di medan disebut Sudaco) ke Kostan Abangku. Akh. Kurebahkan tubuh penatku yang selama 3 hari 2 malam tertekuk dikursi keras – diatas kasur.
Seminggu setelah di Bandung, aku pun mendaftar ke berbagai kampus, mulai dari ITENAS, UNISBA, UNJANI hingga STIE YPKP(sekarang ganti nama jadi USB YPKP). Tapi dari semua tempat kampus yang aku daftar aku lulus di USB YPKP (nah lho kok ekonomi???, tau deh aku juga ga ngerti)
Setelah menjalanani penggemblengan oleh para senior, mulai dari Penataran P4, Ospek, Mabim (Ospek Jurusan) akhirnya Gelar Mahasiswa ku pegang hehehe.
Tahun pertama di kampus aku ikut Organisasi namanya DKM Ulil Albab, kugembleng rohaniku di sana, ku perdalam ilmu agamaku secukupnya. Kemudian aku ikut Beladiri Merpati Putih, untuk memperkuat jasmani ku.
Tahun kedua aku masuk Organisasi Umum yaitu Senat Mahasiswa. Untuk menghilangkan rasa kuperku dan pendiam, karena disini aku diajari bagaimana berbicara di depan umum, mulai menjadi moderator, yang selama seumur hidup belum pernah aku dapati. Setelah setahun di Senat aku di beri amanat untuk ikut Pemilu untuk Pemilihan Ketua Senat Mahasiswa. Yang tak disangka tak diduga aku menang dan aku pun menjabat menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa.
Itulah dongeng Pendidikanku, yang sampai sekarang belum mencapai akhir masih menggantung.
Tahun 2000 keadaan ekonomi keluargaku jatuh. Yang mengakibatkan uang kiriman bulanan tersendat. Aku sempat mengalami kebingungan, karena pada saat itu aku sangat mengandalkan kiriman dari orangtuaku, memang aku punya tabungan, uang yang aku sisihkan untuk saat – saat mendesak. Tapi itu hanya bertahan sampai setahun. Aku pun mulai berusaha mencari dana tambahan.
Pertama kali aku mencoba di Taman Bacaan, aku menjadi penjaga Taman Bacaan, walau aku ga resmi menjadi karyawan, tetapi untuk makan lepas, ga pusing lagi untuk mencari dana untuk makan. Tapi aku rasa itu belum cukup karena aku Kost atau Ngontrak Kamar dan Harus Bayar. Saat itu aku sudah tinggal terpisah dengan abangku. Aku harus punya uang juga untuk membayar uang kontrakan. Setelah setahun aku berpikir untuk mencari usaha yang lain.
Akupun beralih ke Rental Komputer. Caranya cukup klasik satu bulan pendekatan ke operator bantu sana sini. Akhirnya aku dipanggil pemiliknya. Akupun diijinkan untuk menjadi Pegawai Part Time.
Aku perdalam ilmu komputerku. Selama Setahun aku di Rental itu, aku mendengar dari temanku ada lowongan untuk jadi Operator sekaligus Teknisi Komputer di Game Cetre Komputer namanya Sniper. Aku kirim lamaran (kali ini niatku ingin jadi karyawan tetap) tidak sampai seminggu aku dipanggil Wawancara dan Testing. Aku lulus. Dan diterima. Mulailah aku bekerja. Aku bekerja dapat Shift Malam. masuk mulai jam setengah lima sore hingga jam 3 pagi. Yah dengan pengorbanan tersebut aku bisa membayar uang kost, makan mulai teratur dengan menu yang sesuai dengan orang kebanyakan. (Kalo dulu aku makan cuma pake Indomie atau Supermie, malah kalo bener – bener seret, makan dengan sekepal Nasi dicampur Garam dan Teh Manis untuk mendorong makanan masuk, pokoknya yang penting makan)
Satu setengah tahun aku di Game Centre aku diajak Abangku ke Bogor, untuk bantu – bantu dia di usaha Foto Copian, mulanya aku menolak, karena aku pikir saat ini aku sudah cukup berlebih dalam hal keuangan. Tapi setelah dipikir – pikir, aku pun hijrah kembali ke Kota Bogor. Awalnya bantu-bantu sampai aku mahir dalam hal Fotocopy. Setahun kemudian abangku mulai berencana untuk membuka rental sendiri. Dia tanya Berani Ga Bud, kita buka Rental Komputer. Ok siapa takut. Kataku
Akhirnya tahun 2005 tepatnya bulan Desember aku mulai usaha baru yaitu Rental Komputer. Dengan modal 3 Buah Komputer aku mulai menjalani pahit getirnya usaha sendiri. Tapi dengan tekat kuat dan dorongan abangku, akhirnya usaha ini mulai berkembang biak dari tiga nambah 2, terus nambah 3, setelah agak banyak kita berfikir untuk mencari tempat. Akhirnya dapat dan pindahlah aku ke tempat baru.
Alhamdulillah, dengan tekat dan semangat, aku buka rental mulai dari jam 7 sampe jam 9 malam. Panas – hujan, ramai – sepi aku alami sendiri.
Sampai tahun 2007 ini usahapun di tambah menjadi warnet. Sampai sekarang.








